Thursday, November 15, 2012

ESSAY


Tidak Menarikkah Organisasi Sekolah?

         Melihat perubahan dari masa ke masa, dunia pendidikan di Tanah Air kita ini semakin berkembang dan kegiatan keorganisasian sekolah mulai mengalami kemajuan seiring berjalannya waktu. Bukan hanya sekedar teori sebuah mata pelajaran sebagai pendidikan formal/akademik saja yang di berikan, sekolah juga pada umumnya mendidik siswa-siswinya agar mampu melakukan kegiatan yang bermanfaat dan terjun langsung untuk mempraktekkannya dalam kehidupan sehari-hari yang merupakan pendidikan non-formal/non-akademik. Sebagai sarana dan prasarana untuk mengemban ilmu, setiap sekolah sejatinya ingin membentuk karakter siswa-siswi yang baik, meningkatkan aktivitas dan kreatifitas generasi muda, dan mampu menghasilkan kader-kader penerus bangsa yang cakap. Tentunya semua ini bertujuan untuk mengharumkan nama baik sekolah serta meningkatkan citra sekolah.
       Mungkin telinga kita sudah tidak asing lagi jika mendengar kata “OSIS”. OSIS adalah satu-satunya organisasi yang sah di sekolah. Kependekan dari Organisasi Siswa Intra Sekolah ini merupakan tempat dimana sebuah kelompok siswa-siswi yang telah terpilih, mampu bekerjasama untuk mencapai suatu tujuan bersama. Salah satu tujuannya adalah meningkatkan peran dan inisiatif siswa-siswi untuk menjaga dan membina sekolah sebagai Wawasan Wiyata Mandala.
         Apakah ada organisasi lain selain OSIS di sekolah?
         Ada beberapa organisasi-organisasi lain yang terdapat di sekolah yang akrab kita sapa dengan “ekstrakurikuler”. Ekstrakurikuler merupakan sebuah kegiatan yang dilakukan  oleh siswa-siswi di luar jam kurikulum/pelajaran. Kegiatan ini ditujukan agar siswa-siswi mampu mengembangkan bakat dan kemampuannya di berbagai bidang di luar bidang akademik. Ekstrakurikuler tentunya terbagi di berbagai bidang. Antara lain bidang olah raga, seni, medis, baris-berbaris, lingkungan hidup, dan lain-lain.
Kegiatan-kegiatan organisasi di sekolah memiliki banyak sekali manfaat. Namun yang menjadi masalah pada saat ini adalah minimnya minat siswa terhadap kegiatan tersebut. Sebagian besar siswa menganggap organisasi/ekstrakurikuler mungkin kurang penting. Bisa kita lihat, sebagian siswa merasa enggan untuk mengikuti kegiatan tersebut. Tetapi berbeda jika kita menawarkan mereka untuk berjalan-jalan. Di kalangan anak muda jaman sekarang, menghabiskan waktu untuk bersenang-senang cenderung lebih di minati. Mungkin mereka beranggapan jika ini adalah salah satu cara untuk refreshing atau menyegarkan otak mereka dari beban pikiran.
Apa yang kira-kira membuat para siswa enggan untuk berorganisasi? Banyak sekali alasan yang sering mereka lontarkan. Di antaranya adalah adanya larangan dari orang tua, waktu mereka akan banyak tersita, akan jarang diam di rumah, dan alasan yang paling banyak adalah karena malas. Tidak adanya sifat sosial dalam diri siswa mungkin bisa menjadi pemicu dari rasa malas mereka.
Padahal jika kita lihat, banyak sekali manfaat-manfaat yang bisa kita dapatkan dari berorganisasi itu sendiri. Antara lain menambah teman-teman baru, tentunya siswa bisa saling bertukar pikiran mengenai banyak hal dengan orang-orang yang memiliki karakter berbeda. Mencari pengalaman dan menambah wawasan sebanyak-banyaknya, disini siswa akan mempelajari banyak hal-hal baru yang mungkin sebelumnya belum pernah kita dapatkan dan ini akan menjadi sebuah pengalaman yang berharga. Belajar untuk berorganisasi, belajar untuk bertanggung jawab untuk suatu pekerjaan demi kepentingan bersama. Mengisi waktu luang, dengan melakukan kegiatan-kegiatan yang positif siswa bisa lebih menghargai waktu. Mampu memberi manfaat untuk orang lain, siswa mampu memberikan manfaat bagi dirinya sendiri dan orang lain dari apa yang telah mereka kerjakan. Menjadi orang yang aktif, disini siswa di latih untuk mengembangkan rasa percaya diri mereka. Mengubah cara berpikir, siswa bisa mengubah pola pikir mereka lebih ke depan. Belajar untuk lebih menghargai apapun. Dan mempererat tali persaudaraan/silaturahmi, karena seringnya para siswa berkumpul dan melakukan kegiatan-kegiatan bersama tumbuhlah rasa kebersamaan dan kekeluargaan diantara mereka.
Jadi, sebenarnya dengan berorganisasi para siswa mampu menarik diri mereka untuk melakukan hal-hal yang positif. Dari hal-hal positif tersebut mereka mampu mendapatkan sesuatu yang positif juga. Berorganisasi juga berguna untuk pembentukan mental dan kepribadian, setidaknya mereka mempunyai bekal supaya bisa lebih cermat dalam hal memilih dan memilah mana yang baik dan mana yang tidak baik untuk di lakukan. Disini di butuhkan semangat yang tinggi untuk selalu membuat diri mereka termotivasi dan menanamkan dalam pikiran bahwa mereka mampu memberikan hasil yang terbaik. Yang terpenting adalah adalah adanya kesadaran dari diri sendiri bahwa kegiatan-kegiatan organisasi tidak seburuk dengan yang dibayangkan, tetapi bisa menjadi suatu kegiatan yang menarik untuk dilakukan.

Monday, December 5, 2011

DANBO

Siapa sih yg hari gini nggak tau danbo ;;)
Ini ada info sedikit tentang danbo, check it out guys!


Danbo merupakan kependekan dari Danboard. Danbo ini dibuat dari kertas board. Boneka danbo merupakan hasil kreasi seorang komikus serial manga Yotsuba yakni Azuma Kiyohiko.
Ukuran danbo ini dibuat dalam ukuran mini kira-kira 7cm dan 13cm.
Keunikan danbo ini terletak pada action figurenya yg berpenampilan seperti manusia. Danbo juga dapat digerakkan secara manual karena perusahaan yg membuat boneka danbo ini menggunakan teknologi tinggi disetiap persendian boneka ini sehingga mampu membuatnya bergerak luwes. Danbo dibentuk dalam berbagai gaya yg unik. Daya tarik utamanya terletak pada ekspresi wajahnya.
Saya sendiripun sangat tertarik pada danbo ini, karena boneka danbo ini terkadang bisa mewakili perasaan saya hihi (•̯͡.•̯͡)

Berikut adalah koleksi-koleksi gambar danbo dihandphone saya :


Tuesday, November 29, 2011

ELMO (´▽`ʃƪ)

Ini ada sedikit informasi tentang elmo yang saya dapatkan dari beberapa sumber ;;)


Elmo merupakan salah satu karakter pemain dari sebuah serial televisi anak-anak dari Amerika yaitu "Sesame Street" atau yang lebih dikenal dengan "Jalan Sesama" di Indonesia. Program ini dibuat oleh Joan Ganz Cooney & Lloyd Morrisett. Terdapat karakter lainnya seperti Cookie Monster, Kermit the Frog, Big Bird, Mr. Snuffleupagus, Count von Count, Oscar the Grouch dan Gordon.
Physically, elmo merupakan sebuah boneka monster berwarna merah dan berbulu. Didebut pada 16 November 1998. Elmo muncul setiap 15 menit di Jalan sesama di setiap episodenya.