Tidak Menarikkah Organisasi Sekolah?
Melihat perubahan dari masa ke masa,
dunia pendidikan di Tanah Air kita ini semakin berkembang dan kegiatan
keorganisasian sekolah mulai mengalami kemajuan seiring berjalannya waktu.
Bukan hanya sekedar teori sebuah mata pelajaran sebagai pendidikan
formal/akademik saja yang di berikan, sekolah juga pada umumnya mendidik
siswa-siswinya agar mampu melakukan kegiatan yang bermanfaat dan terjun
langsung untuk mempraktekkannya dalam kehidupan sehari-hari yang merupakan
pendidikan non-formal/non-akademik. Sebagai sarana dan prasarana untuk
mengemban ilmu, setiap sekolah sejatinya ingin membentuk karakter siswa-siswi
yang baik, meningkatkan aktivitas dan kreatifitas generasi muda, dan mampu
menghasilkan kader-kader penerus bangsa yang cakap. Tentunya semua ini
bertujuan untuk mengharumkan nama baik sekolah serta meningkatkan citra
sekolah.
Mungkin telinga kita sudah tidak
asing lagi jika mendengar kata “OSIS”. OSIS adalah satu-satunya organisasi yang
sah di sekolah. Kependekan dari Organisasi Siswa Intra Sekolah ini merupakan tempat
dimana sebuah kelompok siswa-siswi yang telah terpilih, mampu bekerjasama untuk
mencapai suatu tujuan bersama. Salah satu tujuannya adalah meningkatkan peran
dan inisiatif siswa-siswi untuk menjaga dan membina sekolah sebagai Wawasan
Wiyata Mandala.
Apakah ada organisasi lain selain
OSIS di sekolah?
Ada beberapa organisasi-organisasi
lain yang terdapat di sekolah yang akrab kita sapa dengan “ekstrakurikuler”.
Ekstrakurikuler merupakan sebuah kegiatan yang dilakukan oleh siswa-siswi di luar jam
kurikulum/pelajaran. Kegiatan ini ditujukan agar siswa-siswi mampu
mengembangkan bakat dan kemampuannya di berbagai bidang di luar bidang
akademik. Ekstrakurikuler tentunya terbagi di berbagai bidang. Antara lain
bidang olah raga, seni, medis, baris-berbaris, lingkungan hidup, dan lain-lain.
Kegiatan-kegiatan
organisasi di sekolah memiliki banyak sekali manfaat. Namun yang menjadi
masalah pada saat ini adalah minimnya minat siswa terhadap kegiatan tersebut.
Sebagian besar siswa menganggap organisasi/ekstrakurikuler mungkin kurang
penting. Bisa kita lihat, sebagian siswa merasa enggan untuk mengikuti kegiatan
tersebut. Tetapi berbeda jika kita menawarkan mereka untuk berjalan-jalan. Di
kalangan anak muda jaman sekarang, menghabiskan waktu untuk bersenang-senang cenderung
lebih di minati. Mungkin mereka beranggapan jika ini adalah salah satu cara
untuk refreshing atau menyegarkan
otak mereka dari beban pikiran.
Apa
yang kira-kira membuat para siswa enggan untuk berorganisasi? Banyak sekali
alasan yang sering mereka lontarkan. Di antaranya adalah adanya larangan dari
orang tua, waktu mereka akan banyak tersita, akan jarang diam di rumah, dan
alasan yang paling banyak adalah karena malas. Tidak adanya sifat sosial dalam
diri siswa mungkin bisa menjadi pemicu dari rasa malas mereka.
Padahal
jika kita lihat, banyak sekali manfaat-manfaat yang bisa kita dapatkan dari
berorganisasi itu sendiri. Antara lain menambah teman-teman baru, tentunya
siswa bisa saling bertukar pikiran mengenai banyak hal dengan orang-orang yang
memiliki karakter berbeda. Mencari pengalaman dan menambah wawasan
sebanyak-banyaknya, disini siswa akan mempelajari banyak hal-hal baru yang
mungkin sebelumnya belum pernah kita dapatkan dan ini akan menjadi sebuah
pengalaman yang berharga. Belajar untuk berorganisasi, belajar untuk
bertanggung jawab untuk suatu pekerjaan demi kepentingan bersama. Mengisi waktu
luang, dengan melakukan kegiatan-kegiatan yang positif siswa bisa lebih
menghargai waktu. Mampu memberi manfaat untuk orang lain, siswa mampu
memberikan manfaat bagi dirinya sendiri dan orang lain dari apa yang telah
mereka kerjakan. Menjadi orang yang aktif, disini siswa di latih untuk
mengembangkan rasa percaya diri mereka. Mengubah cara berpikir, siswa bisa
mengubah pola pikir mereka lebih ke depan. Belajar untuk lebih menghargai
apapun. Dan mempererat tali persaudaraan/silaturahmi, karena seringnya para
siswa berkumpul dan melakukan kegiatan-kegiatan bersama tumbuhlah rasa
kebersamaan dan kekeluargaan diantara mereka.
Jadi,
sebenarnya dengan berorganisasi para siswa mampu menarik diri mereka untuk
melakukan hal-hal yang positif. Dari hal-hal positif tersebut mereka mampu
mendapatkan sesuatu yang positif juga. Berorganisasi juga berguna untuk
pembentukan mental dan kepribadian, setidaknya mereka mempunyai bekal supaya
bisa lebih cermat dalam hal memilih dan memilah mana yang baik dan mana yang tidak
baik untuk di lakukan. Disini di butuhkan semangat yang tinggi untuk selalu
membuat diri mereka termotivasi dan menanamkan dalam pikiran bahwa mereka mampu
memberikan hasil yang terbaik. Yang terpenting adalah adalah adanya kesadaran
dari diri sendiri bahwa kegiatan-kegiatan organisasi tidak seburuk dengan yang
dibayangkan, tetapi bisa menjadi suatu kegiatan yang menarik untuk dilakukan.